PERJANJIAN

PERJANJIAN

Perjanjian adalah kesepakatan antara subjek hukum (orang atau badan hukum) mengenai sesuatu perbuatan hukum yang memberikan suatu akibat hukum yang sebagaimana dimaksud pada pasal 1313 KUHperdata.

Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), menyebutkan bahwa: Suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.

SYARAT SAH PERJANJIAN

Syarat sahnya suatu perjanjian diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata:

  1. Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian;
  3. Suatu hal tertentu;
  4. Suatu sebab yang halal.

​KESEPAKATAN MEREKA YANG MENGIKATKAN DIRINYA

Kesepakatan berarti ada persesuaian kehendak yang bebas antara para pihak mengenai hal-hal pokok yang diinginkan dalam perjanjian. Dalam hal ini, antara para pihak harus mempunyai kemauan yang bebas (sukarela) untuk mengikatkan diri, di mana kesepakatan itu dapat dinyatakan secara tegas maupun diam-diam. Bebas di sini artinya adalah bebas dari kekhilafan (dwaling, mistake), paksaan (dwang, dures), dan penipuan (bedrog, fraud). Secara a contrario, berdasarkan pasal 1321 KUHPer, perjanjian menjadi tidak sah, apabila kesepakatan terjadi karena adanya unsur-unsur kekhilafan, paksaan, atau penipuan.

KECAKAPAN UNTUK MEMBUAT SUATU PERJANJIAN

Menurut pasal 1329 KUHPer, pada dasarnya semua orang cakap dalam membuat perjanjian, kecuali ditentukan tidak cakap menurut undang-undang.

Apa Yang Membuat Seseorang Dikatakan Tidak Cakap Menurut Hukum ?

Pasal 1330 KUH Perdata menentukan bahwa mereka yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum adalah:

  1. Belum Dewasa
    Terdapat perbedaan batas usia belum dewasa yang diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana :
      “belum dewasa” ialah mereka yang belum berumur 21 tahun dan belum kawin. Jika orang kawin dan bercerai sebelum umur 21 tahun, ia tetap dipandang dengan dewasa.
    2. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019:
      Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun;
    3. UU Jabatan Notaris:
      Paling sedikit berusia 18 tahun atau telah menikah;
    4. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:
      Anak adalah setiap orang yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun;
    5. Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan: Anak pidana, anak negara dan anak sipil adalah sampai usia 18 (delapan belas) tahun;
    6. Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak: Pada intinya anak adalah yang belum belum berumur 18 (delapan belas) tahun;
    7. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Anak adalah setiap manusia yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya;
    8. KUH Perdata:
      Yang belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak kawin sebelumnya;
    9. Kompilasi Hukum Islam:
      Batas umur anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun, sepanjang anak tersebut tidak bercacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan;
    10. Dan beberapa peraturan perundang-undangan lainnya yang tidak seluruhnya disebutkan pada tulisan ini.
  1. Orang Yang Ditaruh Di Bawah Pengampuan

    ​Orang Yang Ditaruh Di Bawah Pengampuan:

  • Orang Gila
  • Hilang Ingatan
  • Orang-orang di bawah pengampuan yang semua perbuatan hukumnya diwakili oleh pengampunya, contohnya adalah orang yang pailit terhadap harta pailitnya, pemboros, pemabuk, penjudi.
  • Wanita bersuami
    Terkait poin wanita bersuami ini dapat dikatakan tidak relevan lagi, yaitu berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3 Tahun 1963 tanggal 5 September 1963, mengatur bahwa seorang istri berwenang melakukan perbuatan hukum tanpa bantuan atau izin suaminya. Dan juga Pasal 79 Undang-Undang Perkawinan yang mengatur bahwa “masing-masing pihak (suami dan istri) berhak untuk melakukan perbuatan hukum”, artinya adalah memiliki kedudukan yang sama dalam melakukan perbuatan hukum.

Suami atau istri dalam hal yang ditetapkan oleh Undang-Undang juga dapat dikatakan tidak cakap, dalam hal ini tidak memiliki kewenangan bertindak. Misalnya dalam melakukan perbuatan hukum yang berhubungan dengan harta bersama maka harus saling memberikan persetujuan kecuali bila ada perjanjian perkawinan.

Orang-orang yang Undang-Undang memperbolehkan atau melarangnya juga dapat dikatakan tidak cakap, dalam hal ini tidak memiliki kewenangan bertindak. Misalnya menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas yang dapat mewakili perbuatan hukum PT adalah direktur, maka seorang manajer misalnya, dianggap tidak cakap untuk mewakili perusahaan tempatnya bekerja kecuali jika ada pemberian kuasa.

SUATU HAL TERTENTU

Hal tertentu artinya adalah apa yang diperjanjikan merupakah hak-hak dan kewajiban kedua belah pihak, yang paling tidak barang yang dimaksudkan dalam perjanjian ditentukan jenisnya. Misalnya apa yang diperjanjikan adalah barang yang memang miliknya, bukan milik orang lain.

Menurut pasal 1333 KUHPer, objek perjanjian tersebut harus mencakup pokok barang tertentu yang sekurang-kurangnya dapat ditentukan jenisnya.

Pasal 1332 KUHPer menentukan bahwa objek perjanjian adalah barang-barang yang dapat diperdagangkan.

SEBAB YANG HALAL

Sebab yang halal adalah isi perjanjian itu sendiri, yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai oleh para pihak. Isi dari perjanjian itu tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan, maupun dengan ketertiban umum. Hal ini diatur dalam pasal 1337 KUHPer.

Dari butir  ini, dapat kita lihat bahwa suatu perjanjian tidak boleh melanggar undang-undang. Contohnya, Pasal 31 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan mengatur adanya kewajiban menggunakan Bahasa Indonesia dalam kontrak:

“Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara, instansi pemerintah Republik Indonesia, lembaga swasta Indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia.”

Jadi, untuk kontrak yang para pihaknya merupakan WNI, wajib untuk menggunakan Bahasa Indonesia.

Referensi:

  1. ​Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
  2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
  3. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019;
  4. Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan ​UU Jabatan Notaris;
  5. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
  6. Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan;
  7. Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak;
  8. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
  9. Kompilasi Hukum Islam.
JALAN-JALAN KE BANDUNG SAAT MASA TRANSISI NEW NORMAL

JALAN-JALAN KE BANDUNG SAAT MASA TRANSISI NEW NORMAL

Pada tulisan kali ini aku akan berbagi sedikit pengalaman tentang jalan-jalan pada masa transisi new normal  akibat adanya pandemi covid-19.

Sebelumnya aku ingin mengimbau agar kita dapat mematuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Ingat juga untuk sering cuci tangan, jaga jarak aman, dan tentu saja sebisa mungkin tidak membuat kerumunan. Selain itu selalu jaga kesehatan dengan rajin berolahraga, minum vitamin, makan makanan yang bergizi seimbang serta jaga kesehatan mental. Kesehatan mental juga sangat penting karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, “Mens sana in corpore sano”.

Jadi ceritanya, tanggal 15 s.d 17 Agustus 2020 lalu aku bersama dengan sister  dan 2 (dua) teman aku lainnya jalan-jalan ke Bandung. Acara jalan-jalan ini tidak serta-merta terjadi karena keegoisan ingin liburan semata, melainkan dengan berbagai macam pertimbangan dan juga kami sadar bahwa kami sedang membutuhkan asupan gizi untuk psikis kami. Selain itu kami juga mau mencoba dan belajar untuk menjalani aktivitas kebiasaan baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada era new normal covid-19. Kebetulan moment-​nya tepat saat ada cuti bersama dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke-75. Merdeka!

Kami sengaja memilih lokasi yang kemungkinan tidak terlalu banyak dikunjungi oleh banyak orang. Sehingga tempat yang kami pilih kebanyakan adalah benar-benar wisata alam yang tidak memiliki spot  foto yang istilahnya instagram-able.  Langkah awal yang kami lakukan sebelum memulai liburan adalah menentukan lokasi tujuan serta membuat rencana anggaran biaya (RAB). Adapun lokasi wisata yang kami pilih adalah Tahura Ir. Juanda, Curug Cimahi, Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey (Danau Situ Patenggang), Kawah Putih, Tangkuban Perahu dan ​Orchid Forest Cikole Lembang.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, aku melakukan swab test – PCR di RSUD Cempaka Putih yang beralamat di  Jl. Rawasari Sel. No.1, RT.16/RW.2, Cemp. Putih Tim., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10510.

KEBERANGKATAN

Kami berangkat ke Bandung pada tanggal 15 Agustus 2020, pukul 08.30, dengan menggunakan Daytrans (bus) rute Atrium (Senen) – Bandung (Dipatiukur).

Bus tersebut memiliki kapasitas 47 kursi, dan saat itu hanya terisi kurang-lebih 15 orang. Mengingat adanya keharusan jaga jarak, sehingga di dalam bus duduknya hanya boleh satu-satu secara silang dan wajib memakai masker.

Perjalanan berlangsung lancar dan kami sampai tujuan pukul 12.30 tepat. Sesampainya disana kami menunggu jemputan dari https://frestour.com/ dan telah kami booking sebelumnya. Kami sewa mobil selama 3 (tiga) hari. Mobil yang kami sewa saat itu adalah Toyota Avanza, dengan biaya Rp. 500.000/hari (termasuk sopir dan BBM). Harga normalnya adalah Rp. 550.000/hari.

KAWAH PUTIH

Tujuan pertama kami adalah Kawah Putih. Pertimbangannya adalah karena kami sudah merencanakan kunjungan disana hanya dilakukan dalam waktu yang sangat sebentar. Kenapa? karena kemungkinan disana banyak dikunjungi oleh wisatawan. Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih 2 (dua) jam saat itu.

Berikut ini adalah rincian pengeluaran kami saat mengunjungi kawah putih :

Jadi pada saat memasuki kawasan Kawah Putih, mobil diparkir di tempat parkir kemudian kami naik angkutan khusus untuk menuju ke kawah. Tiket terusan yang dimaksud pada kolom di atas adalah tiket untuk dapat naik ke jembatan yang ada di tengah kawah dan juga yang ada di atas bukit.

Nah, penampakan minimal Kawah Putih bisa dilihat pada video berikut ini. Videonya sangat singkat karena kami disana hanya sebentar dan kebetulan sempat terkena hujan. Pada video ini juga belum ada penampakan kawah dari atas bukit, karena sebelum sempat naik ke atas sudah turun hujan.

DANAU SITU PATENGGANG

Destinasi wisata kami yang kedua adalah Danau Situ Patenggang. Disini kami lebih fokus menikmati danau dengan naik perahu. Sebagai informasi dan bahan pertimbangan, pengeluaran kami disini adalah sebagai berikut:

Secara pribadi kunjungan di Danau Situpatenggang ini berkesan banget buat aku. Suasananya tenang, sejuk, dan juga tidak banyak orang saat itu. Saking terlenanya sampai tidak terasa, terlalu cepat rasanya perahu memutari danau, pingin lagi, lagi dan lagi. Sebenarnya disana juga ada resto di atas kapal pinisi buatan, tetapi tutup pada pukul 19.00 WIB, jadinya setelah makan di pinggir danau pun kami tidak sempat naik kesana karena sudah tutup.

Berikut ini adalah cuplikan video suasana Danau Situ Patenggang sore itu.

CURUG CIMAHI

Pada hari kedua liburan, tepatnya tanggal 16 Agustus 2020, kami keluar hotel sejak pukul 06.30 WIB. Awalnya rencana kami adalah ke Tahura Ir. Djuanda yang mana letaknya hanya 1 (satu) km dari hotel tempat kami menginap. Akan tetapi Tahura Ir. Djuanda baru buka pukul 08.00 sehingga kami alihkan ke curug cimahi terlebih dahulu.

Perjalanan menuju Curug Cimahi sangat menyenangkan. Selain melalui jalan yang kanan kirinya kebun teh, kami juga disuguhi oleh berbagai macam rumah bunga. Benar-benar memanjakan mata.

Apalagi sesampainya disana kami disambut dengan penampakan air terjun yang sudah dapat dilihat setelah melewati pintu masuk. Akses ke air terjun berupa tangga, full tangga, dengan beberapa titik terdapat tempat istirahat.

Tangganya lumayan tinggi, entah berapa jumlah anak tangganya, yang pasti saat turun masih lancar tetapi saat naik rasanya ngos-ngosan. Rasanya olahraga sambil menikmati alam sekitar, sangat menyenangkan. Ini juga salah satu destinasi wisata favorit aku saat itu.
Adapun biaya yang kami keluarkan saat mengunjungi Curug Cimahi adalah sebagai berikut:

Videonya dapat dilihat disini:

TAHURA IR. DJUANDA

Perjalanan selanjutnya dimulai. Kami memang merasakan lelah dan pegal pada kaki setelah kunjungan ke Curug Cimahi, akan tetapi jangan lupakan kepuasan serta kebahagiaan yang terpancar di wajah kami. Akhirnya di dalam mobil kami memakan roti yang menjadi sarapan sekaligus sebagai bahan bakar perjalanan selanjutnya.
Tak lama kami sampai ke Tahura Ir. Djuanda yang di Maribaya. Rute perjalanan kami adalah Maribaya-Dago. Disana kami tentu saja tak langsung jalan. Kami bertandang dulu ke warung untuk makan gorengan dan juga pop mie. Nyatanya sekadar roti tak mampu mengganjal perut kami.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya Tahura Ir. Djuanda tidak diperkenankan untuk dimasuki oleh masyarakat yang berdomisili selain Bandung pada masa pandemi seperti ini. Jumlah pengunjungnya pun dibatasi dan pemesanan harus dilakukan secara online sehari sebelumnya. Pada hari biasa Tahura Ir. Djuanda dibuka mulai pukul 06.00 WIB, akan tetapi pada masa pandemi dibuka pada pukul 08.00.
Bagaimana cara kami bisa masuk kesana, padahal kami berempat berdomisili di luar Bandung?

Caranya adalah kami memanfaatkan jasa tour yang sedang kami sewa. Jadi malam sebelumnya dari pihak https://frestour.com/ yang submit booking kunjungan untuk kami, dengan menyerahkan salah satu KTP kami.
Jadi kan rute yang kami ambil adalah Maribaya-Dago. Sehingga mobil langsung menuju Dago setelah menurunkan kami di Maribaya. Sebelum pergi kami harus urus pembayaran tiket masuk dan parkir mobil dulu. Bukti parkir tersebut kami berikan ke supir agar bisa langsung masuk ke Tahura, Dago, tanpa membayar parkir lagi.

Ini adalah biaya tiket masuk dan parkir disana:

Ini adalah berbagai objek wisata yang ada di Tahura:

Banyak yang b isa dikunjungi di Tahura. Akan tetapi saat itu, karena keterbatasan waktu dan juga tenaga, akhirnya kami hanya fokus untuk menikmati jalan santai di tengah hutan sama ada masuk ke Goa Jepang dan Goa Belanda saja.

Berikut adalah video perjalanan kami mengunjungi Tahura Ir. Djuanda:

Perjalanannya sangat seru menurut aku. Memang sih kami hanya sekadar jalan santai sambil menikmati pemandangan hutan, tetapi terasa menyenangkan dan menyejukkan. Tidak terlalu banyak orang dan banyak dikelilingi pohon-pohon. Menurutku itu seperti jalan sehat yang menyenangkan.

Sesampainya di Tahura Dago kami menuju ke Cafe D’Pakar yang beralamat di  Jalan Dago Pakar Utara, Sekejolang, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40198. Lokasinya sangat dekat dengan Tahura Ir Djuanda Dago. Disana kami makan sekaligus istirahat. Cafenya sangat menyenangkan. Konsepnya ada di tepi tebing gitu, jadi berasa piknik. Setelah makan kita juga bisa selonjoran di bagian cafe yang dekat tebing. Sangat menyenangkan, semilir angin yang menerpa bikin kepingin sekalian tidur disana. Pas banget kan, lelah, kenyang, dan angin semilir. Sungguh perpaduan yang komplit.

Disana aku tidak sempat ambil foto, sempat bikin video dikit sih, tapi kurang bagus. Jadinya ini q lampirkan beberapa foto yang aku dapatkan dari google ya. Tapi aku yakinkan ke kalian, suasananya benar-benar bikin males foto, suasanya memancing untuk dinikmati sepuas-puasnya.

Sumber foto : https://www.urbandung.com

Sumber foto :  https://www.traveloka.com

TANGKUBAN PERAHU

Destinasi pertama yang kami kunjungi pada hari ketiga, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2020, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 75 tahun adalah Tangkuban Perahu. Disini kami juga hanya sebentar. Alasannya karena ingin menghabiskan waktu lebih lama di destinasi terakhir, dan juga kebetulan sekali kawahnya pas kering.

Oiya, disini aku mau mengingatkan sedikit tentang sewa mobil. Pastikan selama sewa mobil di Bandung kita tidak melewati rute sampai ke luar kota, karena akan dikenakan charge sebesar Rp. 150.000. Awalnya aku kurang informasi, jadi untuk malam kedua pesan penginapan di daerah sariater, Subang, yang bisa mandi belerang juga di dalam kamar mandinya. Lokasinya dekat dengan Tangkuban Perahu, kurang lebih 7 sampai 8 km. Akan tetapi lokasi tersebut berada di luar Bandung, makanya kena tambahan biaya untuk BBM.

Ini adalah biaya yang kami keluarkan saat di Tangkuban Perahu:

Sedikit gambaran tentang Tangkuban Perahu yang kami saksikan saat itu bisa dilihat dalam video berikut ini:

ORCHID FOREST

Destinasi terakhir liburan 3 hari 2 malam kami adalah Orchid Forest. Sengaja ditempatkan di tempat terakhir dengan tujuan cooling down.  Di lokasi wisata ini lumayan rame pengunjung. Protokol kesehatan memang tetap dijalankan dan bahkan mereka menyediakan masker kain, akan tetapi tetap agak ngeri kalau terlalu banyak orang. Jadinya disana aku malah fokus main golf, tepatnya miniatur permainan golf gitu. Seru sih menurut aku, selain menikmati suasana juga sekaligus olahraga dan belajar.

Sehubungan dengan peringatan HUT RI, maka yang berpakaian merah dan putih mendapatkan diskon 50%. Baik biaya masuk maupun wahana permainannya. Contohnya waktu kami main golf ber-2 hanya dikenakan biaya Rp. 20.000. Sebenarnya aturan awal maksimal permainan adalah 30 menit, tetapi saat itu tidak ramai jadi kami bisa main sepuasnya.

Ini sedikit foto yang bisa aku lampirkan:

Ini adalah biaya yang kami keluarkan di Orchid Forest:

Suasana Orchid Forest saat kami kesana bisa dilihat pada video berikut ini:

PULANG

Akhirnya sampai juga ke penghujung liburan. Kami pulang ke Jakarta naik Daytrans (bus) juga. Pukul 15.30 kami berangkat dari Daytrans Dipatiukur menuju Atrium (Senen). Tiketnya sebenarnya dari Pasteur pukul 15.45, tetapi kami sengaja berangkat dari Dipatiukur lagi agar sama dengan kedatangan.

Disini aku sedikit terkejut karena perjalanannya lebih cepat dari jadwal. Sebelum pukul 19.00 WIB sudah keluar tol Cempaka Putih. Akan tetapi sedikit kritik mungkin, busnya dikendarai lumayan kencang dan mengendarainya kurang nyaman, sehingga bisa bikin kepala pusing.

Sampai disini dulu ya tulisan aku tentang pengalaman jalan-jalan ke Bandung pada masa transisi new normal ​pada masa pandemi covid 19. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Terima kasih sudah mengunjungi website ini.

VAKSINASI PERTAMA

VAKSINASI PERTAMA

Halo sahabat PytaGoals, sudah divaksin belum?
Hari Selasa tanggal 20 April 2021 kemarin aku baru saja mendapatkan jadwal vaksin covid-19 tahap pertama. Jadi begini ceritanya…

DASAR HUKUM

  1. Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin Dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin Dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Vaksin dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 79 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Vaksin dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Vaksinasi adalah pemberian Vaksin yang khusus diberikan dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Vaksinasi Program adalah pelaksanaan Vaksinasi kepada masyarakat yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada pemerintah.

Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk:

  1. mengurangi transmisi/penularan COVID-19;
  2. menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19;
  3. mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity); dan
  4. melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Berdasarkan ketersediaan Vaksin COVID-19, ditetapkan kelompok prioritas penerima Vaksin COVID-19 sebagai berikut:​

  1. tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan;
  2. masyarakat lanjut usia dan tenaga/petugas pelayanan publik;
  3. masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi; dan
  4. masyarakat lainnya.

PELAKSANAAN VAKSINASI TAHAP PERTAMA

PENJADWALAN
Pada tanggal 19 April 2021 diberikan daftar nama pegawai yang mendapatkan jadwal vaksinasi tanggal 20 April 2021. Jadwal vaksinasi tersebut berlangsung selama satu jam yaitu pukul 13.00 s.d 14.00 WIB. Saat itu ada total 50 orang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tempatku bekerja yang mendapatkan jadwal vaksinasi di hari yang sama.

PENGISIAN DAFTAR HADIR
Pada pagi hari di tanggal 20 April 2021 aku mendapatkan link google forms “Daftar Hadir Peserta Vaksinasi Covid-19 Balaikota DKI Jakarta”. Pada laman tersebut terdapat ketentuan bahwa, “Peserta vaksin hanya bisa daftar dihari yang sama”. Adapun data yang harus diisi adalah sebagai berikut:

  1. Alamat Email;
  2. Tanggal kunjungan;
  3. NIK;
  4. Nama lengkap sesuai KTP;
  5. Jenis Kelamin;
  6. Usia;
  7. Alamat;
  8. Nomor handphone;
  9. Unit Kerja/SKPD;
  10. Jenis Pegawai (pilihannya meliputi : Anggota Dewan, PNS, CPNS, TGUPP, Non PNS/PJLP/DLL);
  11. Pemberian vaksin dosis ke berapa?
  12. Tempat vaksinasi (Balaikota).

DOKUMEN YANG DISIAPKAN
Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di aula balaikota. Saat baru hadir yang harus kita lakukan adalah menuju meja registrasi untuk menunjukkan bukti bahwa peserta sudah mengisi daftar hadir online yang dikirimkan melalui link google forms. Kemudian mengisi daftar hadir manual dan mendapatkan nomor antrian. Meja registrasi berada di luar aula.

Setelah mendapatkan nomor antrian aku masuk ke aula pada bagian ruang tunggu. Disana peserta diminta untuk menyiapkan KTP asli untuk nantinya ditunjukkan ke petugas.

MEJA PEMERIKSAAN 1
Meja Pemeriksaan 1 adalah registrasi ulang dan verifikasi data. Tidak banyak kok, hanya nama dan nomor KTP, jadi cepat dan tidak pakai lama. Dari meja tersebut peserta mendapatkan kertas pemeriksaan, dan maafkan aku karena lupa mengambil fotonya, hehehe.

MEJA PEMERIKSAAN 2
Pada meja pemeriksaan 2 peserta diperiksa tekanan darahnya. Saat itu tekanan darahku 113/70 dan kata petugasnya itu termasuk hasil yang bagus, sehingga diminta lanjut ke pemeriksaan berikutnya. Petugas mengisi hasil pemeriksaan pada kertas yang didapatkan dari meja pemeriksaan 1. Pada tahap ini peserta sudah dapat menyimpan KTP asli karena sudah tidak perlu untuk menunjukkannnya lagi.

MEJA PEMERIKSAAN 3
Pada meja pemeriksaan 3 ini kita ditanya-tanya tentang riwayat kesehatan, riwayat perjalanan dan riwayat sudah pernah terkonfirmasi positif atau belum. Beberapa pertanyaan yang aku ingat adalah:

  1. Apakah Anda merasa sehat hari ini? atau ada keluhan sakit?
  2. Apakah Anda punya riwayat penyakit jantung?
  3. Apakah Anda punya riwayat alergi yang parah?
  4. Apakah Anda diharuskan untuk meminum beberapa obat secara rutin dan terus menerus?
  5. Apakah Anda punya riwayat terkonfirmasi positif covid-19?
  6. Apakah Anda alergi obat?


Mungkin setiap orang pertanyaannya berbeda-beda, tetapi pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang ditanyakan ke aku pada saat itu.

PENYUNTIKAN VAKSIN
Tahap selanjutnya adalah penyuntikan vaksin. Nah, khusus untuk peserta wanita terdapat ruangan tersendiri yang tertutup, jadi tidak perlu khawatir buka-bukaan di depan umum. Hal ini sangat aku syukuri dan apresiasi. Dokter yang menyuntikkan vaksin juga sama-sama wanita.

Bagi peserta wanita yang memakai seragam lengan panjang harus melepas setengah bajunya agar lengan sebelah kirinya bisa disuntik. Jadi jangan lupa pakai kaos dalam baju saat akan vaksinasi ya.

Saat disuntik vaksin menurut aku tidak terasa sakit, karena jarumnya memang kecil. Namun setelahnya baru terasa ngilu. Beda-beda sih waktunya, teman aku ada yang langsung terasa ngilu, kalau aku sendiri baru terasa ngilu saat malam.

OBSERVASI
Setelah selesai tahap penyuntikan vaksin, peserta diminta mengambil kertas hasil pemeriksaan dari meja administrasi penyuntikan vaksin dan menyerahkannya menuju meja observasi.

Peserta diminta duduk di ruang tunggu dan menunggu kurang lebih minimal 30 menit untuk observasi. Jalam jangka waktu tersebut ada macam-macam gelaja yang dirasakan. Ada yang merasa kepala belakangnya mulai berat dan mengantuk, kemudian ada yang terasa ngilu pada bekas suntikannya. Kalau aku sendiri keluhannya saat itu adalah haus dan lapar. Hausnya parah banget gitu, rasanya tenggorokan seperti dikuras, haus banget.

Nah setelah minimal 30 menit, nama peserta akan dipanggil untuk ditanyai apakah ada keluhan, kalau misal pusing maka akan diminta duduk kembali dan akan dipanggil lagi nanti. Saat aku bilang keluhannya haus, petugasnya malah tertawa, hehehe, katanya setelah ini minum yang banyak ya bu. Iya bu kebetulan saya sedang berhalangan puasa, aku jawab begitu, petugasnya malah ketawa lagi. Bingung akunya, hehe.

SARAN SETELAH PENGAMBILAN HASIL OBSERVASI
Apabila tidak ada keluhan atau keluhan dinilai masih dalam batas wajar, maka dianggap selesai dan peserta diberikan kartu vaksinasi berupa kertas satu lembar. snya menyarankan apabila setelah ini ada keluhan maka segera dilaporkan ke puskesmas terdekat atau menghubungi nomor HP yang ada di karti vaksinasi. Petugas memberitahu bahwa jadwal vaksinasi tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2021.

PEMBERHENTIAN NOTARIS

PEMBERHENTIAN NOTARIS

Bagaimana aturan pemberhentian Notaris berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris?

​BERHENTI ATAU DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT

Notaris berhenti atau diberhentikan dari jabatannya dengan hormat karena:

  1. Meninggal dunia;​
  2. Telah berumur 65 tahun
    Ketentuan umur ini dapat diperpanjang sampai berumur 67 tahun dengan mempertimbangkan kesehatan yang bersangkutan.
  3. Permintaan sendiri;
  4. Tidak mampu secara rohani dan/atau jasmani untuk melaksanakan tugas dan jabatan Notaris secara terus menerus lebih dari 3 tahun. Ketidakmampuan ini dibuktikan dengan surat keterangan dojter ahli; atau
  5. Merangkap jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf g Undang-Undang Jabatan Notaris.

DIBERHENTIKAN SEMENTARA

Notaris diberhentikan sementara dari jabatannya karena:

  1. Dalam proses pailit atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU);
  2. Berada di bawah pengampuan;
  3. Melakukan perbuatan tercela;
    Maksudnya adalah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan dan norma adat.
  4. Melakukan pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan jabatan serta kode etik Notaris; atau
  5. Sedang menjalani masa penahanan.

Sebelum pelaksanaan pemberhentian sementara, Notaris diberikan kesempatan untuk membela diri di hadapan Majelis Pengawas secara berjenjang. Mulai dari Majelis Pengawas Daerah (MPD), Majelis Pengawas Wilayah (MPW), sampai dengan Majleis Pengawas Pusat (MPP).

Notaris yang diberhentikan sementara dapat diangkat kembali menjadi Notaris oleh Menteri setelah dipulihkan haknya dan setelah masa pemberhentian sementara berakhir.

DIBERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT

Notaris yang diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya oleh Menteri atas usul Majelis Pengawas Pusat apabila:

  1. Dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
  2. Berada di bawah pengampuan terus menerus selama lebih dari 3 tahun;
  3. Melakukan perbuatan yang merendahkan kehormatan dan martabat Jabatan Notaris; atau
    Contoh perbuatan tersebut adalah berjudi, mabuk, penyalahgunaan narkoba, dan berzina.
  4. Melakukan pelanggaran berat terhadap kewajiban dan larangan jabatan. Maksudnya adalah tidak memenuhi kewajiban dan melanggar larangan jabatan Notaris.

Notaris diberhentikan dengan tidak hormat oleh Menteri karena dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Dasar Hukum:

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris sebagaimana telah diubah terakhri dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

pytagoals

Pytagoals.com

pytagoals.com

Saya berharap dengan sedikit ilmu dan pengalaman yang saya bagikan melalu website ini dapat menjadi manfaat masyarakat umum.

Cara menghubungi saya :
Instagram : @pyta07_2
Facebook : Happyta NJ

Disclaimer : Dengan mengakses https://pytagoals.com ini Anda dianggap telah mengerti dan menyetujui seluruh syarat dan kondisi yang berlaku dalam penggunaan blog ini, sebagaimana tercantum disini

Pytagoals.com Copyright @ 2021, Support by Dokter Website